Saturday, March 20, 2010

Saya punya alamat email Yahoo! baru

Halo, saya ingin memberi tahu bahwa saya punya alamat email Yahoo! baru; mr.tajib@ymail.com. Mohon update buku alamat Anda dan mulai sekarang kirim email untuk saya ke alamat email ini. Terima kasih!
Akhmad Murtajib


Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Friday, December 29, 2006

Hamil diluar kandungan

Dear Mbak Uttiek & Mama Diva,....
 
Serem juga yach ceritanya,....sekarang saya sdng isi 13 minggu,....10 hari yg lalu saya juga mengalami pendarahan tp gak mules,.....kedokter dikasih penguat & istirahat total,....Selama 10 hari,  dirumah pendarahan saya berhenti .hari ini saya mulai masuk kerja ternyata dari pagi keluar lagi ,....Gimana yach??? bahaya apa nggak??? kemarin sih Dokter gak ngasih penjelasan rinci,...karna saya juga panik banget, Rencananya Sabtu saya mau kontrol lagi,.....tp ternyata hari ini kejadian lagi.
 
Tolong Klo ada yg punya pengalaman ato artikelnyanya yach,... Saya mau dong.Makasih sebelumnya.
Ida
----- Original Message -----
Sent: Thursday, March 09, 2006 11:02 AM
Subject: [milis-nakita] Hamil diluar kandungan {01}

Dear Nakita-ers,
 
Ada yang tau tentang hamil diluar kandungan gak ? penyebabnya apa, pencegahannya gimana ? soalnya saya ngeri tuh, denger ceritanya temen saya..
Jadi ceritanya gini, temen saya tuh masih pake KB (IUD), sebulan yang lalu dia haid gak berhenti2 sampai 2 minggu. Katanya darahnya yang keluar gak sedikit2, jadi selama 2 minggu itu darah yang keluar banyak setiap hari tapi gak ada keluhan nyeri apapun malah saya liat dia sehat2 aja sama sekali gak keliatan sakit atau bahkan pucat waktu itu, tapi karena menunjukan gejala yang gak normal temen saya lantas datang ke dokter spesialis. 
Namun alangkah terkejutnya teman saya itu sewaktu dokternya bilang kalo itu bukan haid tapi pendarahan dan lebih terkejut lagi si dokter bilang teman saya itu sedang hamil, namun diluar kandungan dan sore itu juga harus segera dilakukan tindakan operasi karena darah yang keluar juga sudah terlalu banyak.. temen saya sempet nanya sama dokternya mungkin gak dari alat KB, faktor itu katanya bisa mungkin bisa tidak, atau bisa dari faktor yang lainnya.. akhirnya temen saya itu sorenya dioperasi, gak masuk kerja sampai 3 minggu dan baru masuk minggu ini. begitu ceritanya...    
Dan satulagi yang ingin saya tanyakan apa bedanya hamil anggur sama hamil diluar kandungan ? untuk Mbak Uttiek punya artikel tentang masalah ini gak ? soalnya saya lagi berencana hamil lagi nih....
Sebelumnya makasih dan maaf kalo kepanjangan.
 
Salam,
Mama Diva 

Dear nakita-ers,

Semoga membantu

Salam,
Uttiek


 
KEHAMILAN DILUAR KANDUNGAN

K ehamilan ini harus segera dihentikan karena bisa membahayakan nyawa ibu. Apa sebab dan bagaimana mengatasinya?

 

 
Pada pemeriksaan kehamilan pertama, biasanya dokter menyarankan untuk dilakukan USG. Salah satunya bertujuan melihat kehamilan terjadi di dalam atau di luar kandungan. Hingga, bisa segera ditangani bila kehamilan terjadi di luar kandungan. Soalnya, kehamilan di luar kandungan atau kehamilan ektopik sangat membahayakan nyawa ibu.
Kehamilan ektopik, terang dr. Bambang Fadjar, SpOG dari RS International Bintaro, Tangerang, bisa terjadi di saluran tuba, kornu (tanduk rahim), indung telur, atau justru di dalam perut. Tentunya, dengan makin membesar janin, baik saluran tuba, indung telur, ataupun kornu, bisa pecah dan mengakibatkan perdarahan di dalam perut. "Ini sangat membayakan jika perdarahan sampai tak diketahui."
KELAINAN SALURAN TUBA
Menurut Bambang, kehamilan ektopik bisa terjadi bila kita punya masalah di saluran tuba, entah berupa penyumbatan atau penyempitan. Saluran tuba merupakan jalan masuk sel telur dan sperma hasil konsepsi (pertemuan sperma dan sel telur).
Kala masa subur, indung telur akan mengeluarkan telur matang ke dalam perut. Nah, bila kita berhubungan, sel sperma akan masuk ke rahim, lalu melewati saluran tuba dan keluar dari fimbrie (ujung luar saluran tuba) ke dalam perut, hingga bertemu sel telur yang matang itu. Hasil konsepsi itu akan masuk kembali ke dalam rahim lewat fimbrie dan saluran tuba, lalu tumbuh dan berkembang di dalam rahim sebagai janin.
Dengan demikian, jika terjadi kelainan di saluran tuba, hasil konsepsi tak bisa masuk ke dalamnya, hingga terjadilah kehamilan di luar rahim. "Bisa saja hasil konsepsi dapat masuk ke saluran tuba tapi tak bisa sampai ke dalam rahim, hingga bercokol di sana dan tumbuh membesar; bisa juga masuk ke dalam indung telur, atau sama sekali tak bisa masuk ke saluran tuba hingga tumbuh di dinding perut."
Terjadinya penyempitan/ penyumbatan saluran tuba karena memang sejak kecil ada kelainan di saluran tuba atau karena terjadi infeksi seperti infeksi akibat penyakit GO (gonorrhea) ataupun radang panggul.
Tanda-tanda saluran tuba yang terkena infeksi ialah keputihan, tapi keputihannya tak seperti keputihan fisiologis biasa, melainkan disertai rasa sakit atau nyeri di perut, demam, dan dalam jumlah banyak. Bahkan, saking tak tertahankan akan sakitnya, si ibu bisa pingsan.
"Jadi, bila ibu keputihan, harus diyakini betul, apakah keputihannya karena ada infeksi ataukah sekadar fisiologis biasa seperti yang terjadi kala hendak menstruasi," tegas Bambang. Bila tak yakin, tak ada salahnya untuk berkunjung ke dokter demi memastikannya.
CIRI-CIRI
Kehamilan ektopik tak bisa dideteksi dari luar. Yang jelas, bila 1-2 minggu si ibu telat menstruasinya, terus merasa nyeri di perut bagian bawah, waspadalah. "Selemah-lemahnya tubuh orang hamil muda, tapi tak akan ada nyeri. Nah, jika terasa nyeri sedikit saja di perut bagian bawah perlu waspada. Jangan-jangan ada infeksi di saluran tuba atau bahkan sudah terjadi kehamilan ektopik."
Nyeri ini terjadi karena kehamilan telah pecah, hingga menimbulkan perdarahan. "Si ibu tak akan tahu kalau ia mengalami perdarahan karena perdarahan itu terjadi di dalam perut. Hingga, yang ia rasakan hanya sakit yang hebat, lemas, sesak, dan tiba-tiba pingsan."
Memang tak semua kehamilan ektopik akan mengalami perdarahan. Soalnya, kehamilan ektopik ada 2 jenis, yaitu kehamilan ektopik belum terganggu (KEBT) dan kehamilan ektopik terganggu (KET). Pada KEBT, kehamilannya belum sampai pecah dan biasanya si ibu tak merasakan apa-apa.
Sementara pada KET, kehamilan ektopik itu sampai mengakibatkan saluran tuba pecah dan menimbulkan perdarahan. "Di saluran tuba banyak terdapat pembuluh darah. Jadi, saat janin membesar sedikit saja, bisa mengakibatkan saluran itu pecah."
HARUS DIKELUARKAN
Itulah mengapa, bila diketahui terjadi kehamilan ektopik, meski belum pecah, dokter pasti menyarankan untuk segera dikeluarkan. Sebab, tak ada gunanya janin itu tumbuh di tempat yang bukan tempatnya. Janin juga tak mungkin bisa membesar hingga usia 9 bulan. Baru beberapa minggu saja, "tempat bersarangnya" sudah tak tahan dan pasti akan pecah.
Jika sudah pecah, perdarahan yang terjadi dalam perut bisa hebat. "Ada, lo, yang perdarahannya sampai 2 liter." Kalau sudah begini, si ibu akan mengalami anemia, pucat, lemas, bahkan bisa pingsan. Sebab, darah yang terkumpul di dalam perut bisa mengakibatkan sesak nafas. Bila perdarahannya dalam tingkat parah dan tak segera ditolong, si ibu bisa meninggal.
Pun jika kehamilan terjadi di dinding perut yang tempatnya relatif lebih lebar. "Memang ada kehamilan ektopik di dalam perut yang bisa sampai membesar hingga janinnya cukup mampu untuk dilahirkan. Namun, tetap saja itu bukan tempat untuk tumbuh kembang bayi, hingga kualitas bayi juga pasti tak bagus." Selain itu, plasenta bisa menempel di usus perut kita, hingga sangat membahayakan. "Pada si ibu pasti akan timbul keluhan sakit perut yang hebat."
Bukan berarti bahaya sudah hilang, lo, bila janin sudah dikeluarkan dari dinding perut. "Plasenta yang menempel di usus tak bisa begitu saja diambil. Pasti akan merusak usus kita atau mengakibatkan robek. Jadi, biasanya janinnya dulu dikeluarkan lewat operasi. Beberapa hari kemudian, baru dilakukan operasi kembali untuk mengeluarkan plasenta." Dengan tak ada janin, berarti tak ada kehidupan, juga buat plasentanya, hingga ia takkan menempel kuat lagi di usus. Dengan demikian, saat diambil sudah tak membahayakan usus lagi.
TETAP WASPADA
Mengingat bahayanya yang besar itulah, pesan Bambang, ibu hamil jangan menolak jika dianjurkan untuk pemeriksaan USG di trimester I. Dengan demikian, bila diketahui terjadi kehamilan ektopik, bisa segera dihentikan kehamilannya atau dikeluarkan janinnya sebelum pecah.
Pada KEBT, penanganan cukup dilakukan dengan suntik pengobatan MTX (methotrexate) yang bisa menyerap hasil konsepsi tanpa merusak saluran tuba atau dinding perut. Selanjutnya akan dipantau lewat USG, kehamilannya bisa menghilang atau tidak. Jika belum terserap sempurna, cara ini akan diulang lagi.
Cara lain, dengan operasi laparoskopi, sejenis operasi besar tapi dengan invasi minimal. Jadi, dinding perut dilubangi sedikit untuk memasukkan alat dan teropong, lalu dilakukan operasi pemotongan janin atau saluran tuba. Pemotongan saluran tuba diusahakan sesedikit mungkin, hingga bisa diperbaiki kembali atau dilakukan tuba plastik (operasi plastik untuk memperbaiki saluran tuba). "Namun bila letak janin tumbuh di tengah atau ujung bagian dalam saluran tuba, biasanya satu saluran tuba itu akan dipotong semua."
Pada KET, harus segera dilakukan operasi laparotomi, yaitu pembedahan perut. "Darah di perut dikeluarkan dan saluran tuba yang pecah dipotong."
Meski satu saluran tuba telah dibabat habis, toh, ibu tak usah khawatir dirinya tak bisa hamil lagi. Bukankah saluran tubanya masih ada satu lagi dan indung telurnya masih utuh? Jadi, bila yang kiri dipotong, misal, yang kanan masih tetap berfungsi. Namun dengan syarat, saluran tersebut tak mengalami penyempitan/penyumbatan. Kalau tidak, ya, bisa terjadi kehamilan ektopik lagi.
Saran Bambang, jika ingin hamil lagi dan tak ingin kehamilan ektopik ini terulang, sebaiknya setelah pemotongan saluran tuba, periksalah saluran tuba yang satunya lagi dengan peneropongan HSG (histerosalpingografi) . "Jika ternyata ditemukan kasus yang sama pada saluran tuba satunya lagi, sebaiknya diperbaiki dulu. Infeksinya disembuhkan atau sumbatannya dibuka dengan jalan ditiup. Dengan demikian, kehamilan ektopik takkan terulang."
Walau begitu, hasil peniupan tetap perlu diwaspadai. Soalnya. saat ditiup, bisa jadi saluran itu membesar. Untuk masuknya sel sperma yang hendak menuju ke dalam perut, mungkin saluran ini cukup. Namun setelah sel sperma bertemu dengan sel telur dan terjadi konsepsi, mungkin ukurannya jadi lebih besar, misal, 4 kali besar sel sperma.
Nah, kala ia hendak masuk lagi ke rahim melalui saluran tuba, saluran yang terbuka hasil ditiup tadi, tetap tak cukup besar untuk dilalui hasil konsepsi ini. Jadilah hasil konsepsi ini tak bisa sampai ke dalam rahim, melainkan hanya sampai di saluran tuba atau bahkan tak bisa masuk sama sekali atau ada di dinding perut.
Kewaspadaan ini juga perlu bagi ibu-ibu yang punya kasus infertility hingga perlu dilakukan peniupan di saluran tubanya. Jangan sampai terjadi kehamilan ektopik.

Kehamilan Bermasalah

Kehamilan Bermasalah
yang Anda Wajib Tahu
 

Kehamilan bermasalah? Sudah tentu ini bukan hal yang menyenangkan bagi calon ibu. Kadangkala masalah kehamilan tak dapat kita tolak. Makanya, semakin cepat masalah kehamilan ini diketahui, akan semakin baik.

Pada intinya, ada empat kehamilan bermasalah yang dapat diketahui pada triwulan pertama, yang biasanya ditandai dengan pendarahan dan kemudian keguguran (abortus).
Yuk cek apa saja:

1. Hamil anggur
z
Unik, karena janin di dalam rahim berbentuk gelembung-gelembung putih mirip anggur. Gelembung-gelembung (diamater 1 mm hingga 2 cm) ini sebenarnya degenerasi hidropik dari villi chorialis.
z
Perkembangan sel telur yang seharusnya menjadi janin justru terhenti, yang terus berkembang adalah sel-sel trofoblas yang nantinya akan menjadi plasenta dan membentuk gelembung-gelembung berisi cairan. Diameter ukuran antara 1 milimeter sampai 1 - 2 sentimeter.
z
Ditandai dengan kehamilan yang lebih besar dari umur kehamilan pada umumnya, mual muntahnya pun lebih hebat.
z
Hamil anggur bisa juga diketahui dengan cara mengukur kandungan hormon HCG (Hormon Chorionic Gonadotrophin) di dalam air seni atau darah.
z
Tidak selalu mengakibatkan keguguran spontan.
z
Hamil anggur bisa mengakibatkan krisis hormon tiroid dalam darah, yang juga dapat mengakibatkan kematian ibu. Pendarahan dari vagina merupakan gejala utama hamil anggur.
2. Kehamilan kosong (blighted ovum)
z
Kehamilan tanpa janin atau telur kosong ini termasuk jenis keguguran yang spontan, karena tidak ada pertumbuhan janin di dalam rahim atau kosong, hanya berisi cairan, maka akan keluar dengan sendirinya, dan berakhir dengan keguguran.
z
Biasanya baru diketahui saat kehamilan memasuki usia pertengahan triwulan pertama, karena memang pada awalnya kehamilan berjalan baik dan normal tanpa ada tanda-tanda kelainan.
z
Lakukan USG pada kunjungan pertama sehingga sejak dini dapat diketahui kehamilannya ada di dalam atau di luar.
z
Sekitar 60 persen kehamilan kosong disebabkan kelainan kromosom dan gen. Sisanya disebabkan berbagai faktor, seperti infeksi, Diabetes Melitus yang tidak terkontrol, kelainan imunologi, dan kelainan yang berasal dari sel telur dan sperma.
z
Pada dasarnya, kehamilan kosong tidak berdampak pada keselamatan si ibu, namun tetap harus diwaspadai akibat dari komplikasi tindakan yang dilakukan.
3. Hamil di luar kandungan
z
Kehamilan yang terjadi di luar tempat yang semestinya. Adanya di saluran tuba, atau saluran indung telur, yaitu saluran yang tidak siap untuk menerima kehamilan.
z
Pada saat kehamilan sudah memasuki usia besar akan pecah dan timbul pendarahan. Ini dapat mengakibatkan kematian si ibu, karena ketika pecah, terjadi pendarahan di dalam perut.
z
Tanda-tanda yang terjadi pada kehamilan di luar kandungan yang lebih dominan adalah nyeri perut, kemudian terjadi pendarahan pada vagina, disertai dengan keadaan umum ibu yang makin menurun dan pucat.
z
Pendarahan terkumpul pada rongga perut. Karena pada ibu hamil, tidak boleh mengalami pendarahan pervagina sebelum waktu persalinan, maka jika sudah ada tanda-tanda pendarahan, segera cari pertolongan.
4. Mudigah
z
Tetap menunjukkan tanda-tanda kehamilan pada umumnya, seperti nyeri perut dan perdarahan.
z
Kematian mudigah dapat terjadi karena kelainan kromosom, dimana mudigah atau janin sudah mati, tidak berbentuk hormon-hormon lagi.
z
Plasenta dianggap benda asing, dan akan dikeluarkan oleh tubuh, sehingga berakibat keguguran, dengan gejala utama terjadi pendarahan.

http://www.hanyawanita.com/_mother_child/pregnancy/article.php?article_id=4936

Hamil luar rahim

02 December 2004

Soalan
Saya mengandungkan anak pertama selepas mengambil pil subur dan kini anak sudah berusia 20 bulan. Baru-baru ini saya ingin mengandung lagi dan terpaksa mengambil pil subur selepas 4 bulan mencuba. Selepas 3 kali mengambil pil subur, barulah saya disahkan mengandung. Walau bagaimanapun, ia kandungan luar rahim iaitu di dalam tiub Fallopio kiri. Akibatnya, saluran sebelah kiri terpaksa dibuang menerusi laparoskopi.

Soalan saya:
1.Adakah keadaan ini berkaitan dengan pengambilan pil subur?
2.Apakah yang perlu saya lakukan untuk mengandung lagi. Kini saya berusia 34 tahun.
3.Bagaimanakah keadaan ini dapat dielakkan daripada berulang?

Jawapan
Kandungan luar rahim boleh berlaku pada beberapa organ seperti serviks dan kilang ovari. Tetapi, ia paling lazim berlaku pada tiub Fallopio (95%). Banyak faktor yang dikenal pasti menyumbang kepada terjadinya kandungan luar rahim ataupun meninggikan risikonya. Semuanya berkait rapat dengan per-ubahan pengangkutan di dalam tiub. Perubahan pengangkutan di dalam tiub ini boleh disebabkan oleh jangkitan seperti kuman, virus ataupun clamydia, pembedahan pada saluran tiub ataupun organ berdekatan dan pertukaran hormon.

Persenyawaan antara benih wanita dan benih lelaki berlaku di dalam tiub Fallopio. Embrio yang terbentuk mengambil masa selama 4 hingga 5 hari untuk sampai ke dalam rahim. Apabila terdapat sebarang halangan dalam perjalanannya, embrio terhenti di tempat itu dan terus membesar. Oleh kerana otot dinding tiub tidak setebal rahim, lazimnya tiub akan pecah apabila janin berumur 7 hingga 8 minggu.

Sebab-sebab yang berkait rapat dengan fungsi tiub Fallopio

1.Jangkitan kuman pada bahagian pelvis
Oleh kerana kadar penyakit ini semakin meningkat, kadar kandungan luar rahim juga meningkat. Jangkitan kuman merosakkan selaput dinding tiub (tubal endothelium). Parut terbentuk selepas jangkitan dan ia menyekat perjalanan embrio ke dalam rahim.

Dengan meningkatnya kadar penyakit kelamin yang disebabkan oleh seks rambang dan bertukar pasangan, kadar jangkitan pelvis dan seterusnya kadar kandungan luar rahim juga meningkat. Perlu diingatkan bahawa wanita yang memakai alat di dalam rahim (IUD) sebagai cara merancang keluarga, mempunyai risiko yang lebih tinggi dijangkiti radang pelvis apabila dia ataupun suaminya mempunyai pasangan seks yang ramai jika dibandingkan dengan hubungan monogami.

2.Pembedahan pada tiub Fallopio
Pembedahan seperti pemandulan, pembedahan mikro bagi membetulkan tiub yang tersumbat meninggikan risiko kandungan luar rahim apabila wanita-wanita ini hamil selepas berjaya melalui pembedahan seperti di atas.

3.Melakukan pembedahan membuang janin
Pembedahan dilakukan bagi membuang janin apabila kandungan itu tidak diingini (TOP: Termination of Pregnancy). Di Malaysia, undang-undang tidak membenarkan pembedahan membuang janin tanpa sebab perubatan yang disahkan oleh dua orang doktor pakar. Islam mengharamkan pembuangan janin ini apabila tiada sebab yang boleh menggugat kesihatan dan keselamatan ibu.Menjalani pembedahan ini boleh meninggikan lagi risiko kandungan luar rahim. Lebih banyak pembedahan ini dilakukan, lebih tinggi risiko kandungan luar rahim.

Semua wanita diingatkan supaya menjaga maruah masing-masing supaya tidak terjebak dalam aktiviti-aktiviti yang tidak bermoral sehingga menyebabkan kehamilan di luar batas halal dalam Islam. Sabda nabi Muhammad dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang bermaksud, "Janganlah kamu bersendirian dengan seorang perempuan kecuali bersama muhrim."

Bagi pasangan yang ingin menjarakkan kehamilan pula, perlu menggunakan cara-cara yang terbukti berjaya menghalang kehamilan supaya tidak timbul isu membuang kehamilan yang terjadi secara 'tidak sengaja' dan tidak diingini terutamanya apabila kehamilan ini berlaku sementara anak yang terakhir baru berumur beberapa bulan. Kedua-dua situasi ini adalah situasi lazim yang dikemukakan oleh wanita yang inginkan kandungannya digugurkan.

Sebab-sebab yang berkait rapat dengan embrio

1.Menggunakan ubat-ubatan bagi merangsang ovulasi
Kajian menunjukkan rangsangan proses ovulasi dengan menggunakan suntikan hormon gonadotrofin seperti FSH atau Follicular Stimulating Hormone meninggikan kadar kandungan luar rahim. Keadaan ini berlaku kerana rangsangan ini mengeluarkan kadar estrogen yang lebih tinggi dan ia memberi kesan kepada pengangkutan pada tiub Fallopio. Ubat yang diberi secara makan iaitu Clomiphene citrate tidak menunjukkan risiko ini.

2.Bayi tabung uji (IVF)
Prosedur ini dilakukan bagi membantu pasangan yang sukar hamil. Prosedur ini meninggikan risiko kandungan luar rahim. Penyebab risikonya yang tinggi masih belum diketahui. Tetapi dipercayai mungkin disebabkan oleh:

a.Embrio termasuk ke dalam tiub secara spontan ataupun semasa suntikan.

b.Otot rahim yang mengecut menyebabkan embrio termasuk ke dalam tiub.

Bagi kes puan, kemungkinan besar pengambilan pil subur tidak mempunyai kaitan dengan masalah kandungan luar rahim. Malah, kesukaran untuk hamil mungkin mempunyai kaitan dengan masalah tiub itu sendiri. Kewujudan masalah tiub menyebabkan puan hamil luar rahim semasa kandungan kedua.

Lazimnya, masalah tiub terdapat pada kedua-dua belah tiub. Oleh itu, risiko untuk hamil luar rahim bagi kandungan seterusnya adalah sebanyak 15 hingga 20%. Ramai wanita yang hamil dan melahirkan bayi yang sihat selepas dibedah kerana kandungan luar rahim. Banyakkan berdoa supaya mendapat anak yang sempurna lagi soleh.

Dipetik daripada: Soal Jawab Kehamilan: Himpunan Soalan Lazim Berkenaan Obstetrik

http://www.pts.com.my/modules.php?name=News&file=article&sid=47

MENGENAL JENIS KEHAMILAN BERMASALAH

Beberapa kehamilan bisa digolongkan ke dalam kehamilan bermasalah. Kenali jenis-jenis serta cara mengatasinya.

Menurut Dr. Sugi Suhandi Iskandar, Sp.OG., munculnya masalah dalam kehamilan bisa disebabkan oleh banyak faktor. Bisa disebabkan karena kehamilan itu sendiri, misalnya perdarahan, mual, atau muntah, atau disebabkan oleh penyakit yang diderita si ibu. "Contohnya, penyakit jantung bawaan, kencing manis yang tak terkontrol, atau diabetes melitus," ujar dokter spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta.

KLIK - Detail Selain itu, masalah kehamilan juga bisa disebabkan oleh masalah lingkungan, seperti kurang gizi, sosioekonomi yang rendah, lingkungan yang tidak mendukung, fasilitas yang tidak memadai, serta faktor geografis. Di luar itu semua, masalah pada janin, misalnya karena kelainan kromosom atau cacat bawaan, bisa menyebabkan kehamilan bermasalah juga.

Semakin cepat masalah kehamilan ini diketahui, akan semakin baik. Ada empat kehamilan bermasalah yang dapat diketahui pada triwulan I, yang diawali dengan perdarahan dan kemudian keguguran (abortus). Apa saja?

Kehamilan Kosong (Blighted Ovum)
Kehamilan tanpa janin atau telur kosong ini termasuk jenis keguguran yang spontan. "Karena tidak ada pertumbuhan janin di dalam rahim atau kosong, tidak ada apa-apa, hanya berisi cairan, maka akan keluar dengan sendirinya, dan berakhir dengan keguguran," jelas Sugi. Kelainan kehamilan kosong ini biasanya baru diketahui saat kehamilan memasuki usia pertengahan triwulan pertama, karena memang pada awalnya kehamilan berjalan baik dan normal tanpa ada tanda-tanda kelainan. "Kehamilan kosong biasanya bisa diketahui setelah usia kehamilan di atas 7-8 minggu."

Umumnya, ibu-ibu tidak tahu jika ia mengalami kehamilan kosong. Baru belakangan diketahui bahwa janin tak tampak pada rahim. "Prinsipnya bila seorang ibu terlambat haid, sebaiknya ia segera memeriksakan diri ke dokter atau bidan terdekat untuk dites," saran Sugi.

Pada kunjungan pertama akan dilakukan USG, sehingga sejak dini dapat diketahui kehamilannya ada di dalam atau di luar. Jika timbul kecurigaan, dapat segera dilakukan pemeriksaan ulang minggu depannya. Jangan sampai baru ke dokter setelah timbul gejala. Padahal, perdarahan merupakan tahap awal terjadinya keguguran."

Sekitar 60 persen kehamilan kosong disebabkan kelainan kromosom dan gen. Sisanya disebabkan berbagai faktor, seperti infeksi, diabetes melitus yang tidak terkontrol, kelainan imunologi, dan kelainan yang berasal dari sel telur dan sperma. "Pada dasarnya, kehamilan kosong tidak berdampak pada keselamatan si ibu, namun tetap harus diwaspadai akibat dari komplikasi tindakan yang dilakukan."

Hamil di Luar Kandungan
Hamil di luar kandungan adalah kehamilan yang terjadi di luar tempat yang semestinya. Adanya di saluran tuba, atau saluran indung telur, yaitu saluran yang tidak siap untuk menerima kehamilan. "Pada saat kehamilan sudah memasuki usia besar akan pecah dan timbul perdarahan. Ini dapat mengakibatkan kematian si ibu, karena ketika pecah, terjadi perdarahan di dalam perut. karena binggung janinnya keluar dari mana. Seperti kasus yang terjadi, hamil terlama di dunia, yang janinnya sudah menjadi batu."

Tanda-tanda yang terjadi pada kehamilan di luar kandungan yang lebih dominan adalah nyeri perut, kemudian terjadi perdarahan pada vagina, disertai dengan keadaan umum ibu yang makin menurun dan pucat. Perdarahan terkumpul pada rongga perut. Padahal, pada ibu hamil, tidak boleh mengalami perdarahan pervagina sebelum waktu persalinan. Maka itu, jika sudah ada tanda-tanda perdarahan, segera cari pertolongan."

Pengobatan untuk kehamilan di luar kandungan tergantung penyebabnya. "Kalau abortus yang sedang mengancam, biasanya masih bisa dipertahankan sedapat mungkin misalnya dengan bedrest total, obat-obatan anti-kontraksi dengan hormon dan sebagainya. Kalau sudah terjadi, ya harus segera dikeluarkan. Jika sudah tahap incomplete atau sudah terjadi pun harus dikeluarkan dengan kuretase atau dibersihkan."

Sebaliknya, kalau disebabkan oleh infeksi, harus ditanggulangi terlebih dahulu infeksinya, namun kalau karena trauma, untuk ke depannya, jaga
supata tidak sampai terjadi lagi dengan jalan rutin memeriksakan kandungan.

Hamil Anggur
Kehamilan ini terbilang unik, karena janin di dalam rahim berbentuk gelembung-gelembung putih mirip anggur. Gelembung-gelembung ini sebenarnya degenerasi hidropik dari villi chorialis. Pada hamil anggur, perkembangan sel telur yang seharusnya menjadi janin justru terhenti. Yang terus berkembang adalah sel-sel trofoblas yang nantinya akan menjadi plasenta dan membentuk gelembung-gelembung berisi cairan. Diameter ukuran antara 1 milimeter sampai 1 - 2 sentimeter.

KLIK - Detail Kehamilan jenis ini ditandai dengan kehamilannya yang lebih besar dari umur kehamilan pada umumnya, mual muntahnya pun lebih hebat. "Yang terpenting adalah bagaimana mendeteksi dini sebelum timbul gejala-gejala yang tidak diinginkan," kata Sugi. Hamil anggur bisa juga diketahui dengan cara mengukur kandungan hormon HCG (Hormon Chorionic Gonadotrophin) di dalam air seni atau darah. "Yang jelas, hamil anggur tidak selalu mengakibatkan keguguran spontan."

Namun, yang harus diwaspadai, hamil anggur bisa mengakibatkan krisis hormon tiroid dalam darah, yang juga dapat mengakibatkan kematian ibu. Perdarahan dari vagina merupakan gejala utama hamil anggur. Perdarahan bisa sedikit dan juga sebaliknya.
Jika perdarahan sangat banyak, bisa mengakibatkan anemia (kekurangan darah) pada ibu. "Khusus di Jakarta, 70 persen ibu-ibu hamil banyak yang menderita anemia. Untuk itu pemerintah melakukan tindakan preventif dengan memberikan tablet tambah darah secara cuma-cuma alias gratis. Gunanya agar kehamilan bisa dioptimalkan."

Kematian Mudigah
Selain ketiga kehamilan bermasalah di atas, jenis gangguan kehamilan yang lain adalah kematian mudigah. Tetap menunjukkan tanda-tanda kehamilan pada umumnya, seperti nyeri perut dan perdarahan. Kematian mudigah bisa karena kelainan kromosom, dimana mudigahnya mati alias janinnya sudah mati, tidak berbentuk hormon-hormon lagi. "Plasentanya dianggap benda asing, dan akan dikeluarkan oleh tubuh, sehingga berakibat keguguran. Gejala utamanya terjadi perdarahan."

PERIKSA DINI
Untuk mengatasi dan mencegah terjadinya kehamilan bermasalah, "Deteksi dini harus dilakukan. Misalnya ketika mengetahui dirinya positif hamil, ibu sebaiknya segera ke dokter, bidan, atau dokter spesialis untuk dilihat keadaan kondisi kehamilan dan kondisi si ibunya sendiri," tandas Sugi.

Jika jelas diketahui bermasalah, misalnya terjadi perdarahan atau nyeri perut, sebaiknya segera periksa, sehingga bisa langsung dicek, dari mana datangnya perdarahan dan apa sebab nyeri perutnya. "Biasanya pemeriksaan akan melalui beberapa tahap, kemudian USG sebagai tahap pemeriksaan terakhir sebagai penunjang" lanjut Sugi.

Pemeriksaan ini sekaligus juga untuk menghilangkan kekhawatiran para ibu terhadap kemungkinan terjadinya gangguan kehamilan. Jadi, prinsipnya, ketika mengetahui diri positif hamil, langsung konsultasikan diri ke petugas kehamilan (dokter, bidan) untuk melihat kondisi keadaan kehamilannya. "Selain itu, rutin kontrol sebulan sekali pada trimester pertama sampai kedua, kemudian dua minggu sekali pada trimester ketiga."

Wanita yang pernah mengalami gangguan kehamilan tak perlu khawatir untuk hamil lagi. Yang penting, rahim ibu diistirahatkan dulu sampai pulih dari trauma fisik dan psikis. Untuk menghindari gejala-gejala yang tak diinginkan, harus rutin periksa ke dokter. Dengan pemantauan yang lebih ketat, manajemen kehamilan yang baik, dan dukungan dari lingkungan terutama keluarga, maka kehamilan bermasalah pun akan terhindari.


http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=10297


Masih belum hamil selepas setahun buang rahim kiri

Soalan:
SAYA berusia 25 tahun dan sudah berkahwin setahun tujuh bulan. Pada usia perkahwinan saya lima bulan, doktor mengesahkan saya hamil di luar rahim (pada tiub falopio sebelah kiri).

Waktu itu, usia kandungan saya baru enam minggu. Doktor menasihatkan supaya membuangnya kerana boleh mengancam nyawa saya. Untuk pengetahuan doktor tiub falopio sebelah kiri saya sudah dibuang.

Masalahnya, selepas setahun pembedahan saya masih belum hamil. Adakah saya masih berpeluang untuk hamil? Pada masa sama, saya mengalami senggugut yang teruk setiap kali haid dan keputihan.

WMY | Johor Bahru, Johor.

Jawapan

KEBANYAKAN kehamilan luar rahim (kehamilan ektopik) berlaku di dalam tiub falopio. Ia perlu dibuang sebelum kandungan itu terus membesar sehingga menyebabkan tiub falopio itu pecah dan berlaku pendarahan dalaman yang banyak sehingga membahayakan nyawa.

Kemungkinan kehamilan ektopik yang anda alami dahulu berkaitan dengan penyakit endometriosis memandangkan anda turut mengalami senggugut. Endometriosis boleh merosakkan bahagian dalam tiub falopio sehingga mengganggu fungsi rerambut bersilia padanya yang membantu penolakan janin dari hujung tiub (tempat berlakunya persenyawaan telur dan sperma) ke dalam ruang rahim.

Penting untuk mengetahui maklumat sewaktu pembedahan terdahulu termasuk:

- Kemungkinan punca berlakunya kehamilan luar rahim terbabit seperti penyakit peradangan pelvis (PID - pelvic inflammatory disease) ataupun penyakit endometriosis.

- Status saluran sebelah kanan, adakah ia kelihatan normal sewaktu pembedahan itu? Selepas pembedahan, sejenis ujian sinaran x yang dinamakan histerosalpingogram (HSG) boleh dilakukan untuk mengetahui sama ada ia tersumbat atau tidak.

Namun ia terhad dan tidak dapat menyatakan sama ada sudah berlaku kerosakan rerambut bersilia di dalam tiub berkenaan. Kemungkinan tiub kanan anda normal, maka doktor membuat keputusan untuk membuang tiub kiri itu.

Jalanilah pemeriksaan doktor. Rawatan kesuburan juga boleh membantu.

Anda juga dinasihatkan tidak merokok, ia boleh menyebabkan ke hamilan ektopik. Jika anda lewat didatangi haid, segeralah jalani ujian air kencing untuk kepastian dan jika disahkan hamil, ujian ultra bunyi (pada usia kehamil an seawal ini, ia dijalankan melalui faraj) untuk mengesan lokasi kandungan ini.

Ini kerana wanita yang pernah mengalami kehamilan luar rahim mempunyai risiko yang lebih (sekitar 10 peratus) untuk mengalami kehamilan ektopik lagi berbanding wanita yang tidak pernah mengalaminya (hanya satu hingga dua peratus sahaja kemungkinan).

Sekiranya anda sudah mempunyai cahaya mata kelak dan berhasrat menjarakkan kehamilan, anda tidak digalakkan menggunakan kaedah alat dalam rahim (IUD).

http://www.hmetro.com.my/Current_News/HM/Monday/Puan/20061023104812/Article/indexs_html

Dua Kali Hamil di Luar Kandungan

Dokter Sofie yth.

Assalaamualaikum wr.wb.

Umur saya 33 tahun , sudah menikah hampir 7 tahun. Pada 1998 saya menikah, sebulan kemudian hamil, tetapi terjadi pendarahan terus. Ternyata hamil di luar kandungan dan dioperasi. Saluran indung telur sebelah kanan diangkat karena usia kandungan sudah hampir 3 bulan.

Satu tahun kemudian saya hamil lagi dan hamil di luar kandungan lagi, kemudian dioperasi lagi (dengan dokter yang berbeda). Tetapi, saluran indung telur kiri tidak sampai diangkat. Setelah menjalani operasi, dokter menyatakan bahwa saluran indung telur sebelah kiri tersumbat dan harus dilakukan tiup ( 4 - 5 kali) tetapi itu pun tidak berhasil.

Setelah operasi kedua selama kurang lebih 3 tahun, saya menggunakan KB pil. November 2003, saya operasi laparoskopi untuk menghilangkan penyumbatan saluran indung telur. Setelah operasi ditiup lagi (3 kali) karena 3-4 bulan belum juga hamil saya harus periksa telur, selama 2 bulan berturut-turut menjalani pemeriksaan telur tetapi telur tersebut tidak pecah bahkan sudah disuntik pemecah telur (Ovidrell 250 mcg) sebanyak 2 kali.

Yang ingin saya tanyakan:

1. Masih ada kemungkinankah saya untuk hamil?

2. Kenapa telur itu tidak mau pecah, bahkan bertambah besar ukurannya? Bisa pecahkah?

Saya dianjurkan untuk periksa telur dua bulan kemudian (Mei 2003), tapi saya tidak melakukannnya karena sekarang kami tinggal di luar kota.

3 Berbahayakah jika terlalu sering di USG?

Terimakasih atas perhatian dan jawabannya. 

Ny. Tuti - Bandung
Ibu Tuti yth. 

riwayat ibu dengan kehamilan di luar kandugan dua kali, meskipun salah satu saluran telur tidak diangkat, tetapi hasil peniupan (hidrotubasi) menunjukkan bahwa saluran telur sebelah kiri pun tersumbat. Hal ini sangat sering terjadi pada ibu-ibu yang pernah mengalami kehamilan di luar kandungan, karena penyebab penyempitan saluran/ penyumbatan saluran adalah infeksi yang biasanya menyerang kedua saluran tersebut.

Secara alami saluran tersebut sangat diperlukan untuk tempat bertemunya sel telur dengan sperma dan setelah terjadi penghamilan, melalui saluran itu zigot (telur yang sudah dibuahi) akan kembali menuju rongga rahim.

Pada wanita tanpa saluran telur (tuba) yang paten, kemungkinan hamil sangat kecil, bahkan apabila hamil biasanya merupakan kehamilan ektopik (di luar rahim, di luar kandungan), dan tidak mungkin membesar sampai 9 bulan, pada umumnya sudah pecah sebelum 3 bulan dan dapat membahayakan nyawa ibu akibat perdarahan ke dalam rongga perut.

Syukurlah sekarang kasus seperti ibu sudah dapat ditanggulangi di Bandung, karena RS Dr. Hasan Sadikin sudah mempunyai klinik fertilitas ASTER (lokasi di lantai IV gedung COT - RS Hasan Sadikin - Jln. Prof. Eiyckman) yang merupakan pelayanan unggulannya. Saat ini Insya Allah ibu masih dapat hamil asal ada telur yang matang, sperma suami yang baik, dan rahim yang dapat ditanami zigot. Ibu akan dipantau telurnya, kemudian pada saat matang akan diambil, demikian juga sperma suami akan diambil dan dipersatukan di luar tuba, kemudian hasil persatuannya ditanamkan pada rahim ibu (bayi tabung). Meskipun usia klinik ini relatif muda, tetapi tingkat keberhasilannya cukup tinggi.

Dengan memilih proses bayi tabung, telur ibu akan diambil dan tidak ditunggu untuk pecah, karena seandainya dapat pecah pun salurannya tidak dapat mempertemukan dengan sperma suami ibu.

Pemeriksaan USG sampai saat ini tidak terbukti menyebabkan hal yang buruk, baik bagi individu maupun bagi bayi dalam kandungan. ***

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0705/31/hikmah/kesehatan.htm

Saturday, November 18, 2006

Google 'bantu diagnosa dokter'

Google
Satu tim dokter di Australia mendukung pemakaian Google untuk membantu dokter
Situs mesin pencari Google bisa digunakan untuk membantu para dokter dalam mendiagnosa kasus-kasus sulit, kata para peneliti.

Satu tim dokter di Australia menggunakan Google untuk mencari gejala dari 26 kasus dalam penelitian oleh New England Journal of Medicine.

Pada 15 kasus, pencarian di Google menemukan diagnosis yang tepat, kata laporan yang diterbitkan di situs Jurnal Kedokteran Inggris.

Tim peneliti itu mengatakan Google bisa dijadikan "alat yang berguna", tetapi para pakar di Inggris mengatakan internet "bukan pengganti" dokter.

Google adalah mesin pencari terpopuler di dunia maya, dengan akses ke lebih dari tiga milyar artikel kedokteran - dan mencari informasi kesehatan adalah salah satu pemakaian internet yang paling umum.

Dan meski para dokter memiliki pengetahuan yang luas di dalam otak mereka, dokter mungkin memerlukan bantuan lebih lanjut jika menghadapi kasus yang unik.

'Gejala unik'

Di masing-masing dari 26 kasus yang diteliti, tim dokter di Rumah Sakit Princess Alexandra di Brisbane, Australia, memilih tiga sampai lima kata kunci untuk digunakan di situs Google tanpa mengetahui diagnosa yang tepat.

Internet tidak untuk menggantikan peran dokter
Profesor Mayur Lakhani, ketua Organisasi Dokter Umum Inggris

Mereka kemudian mencatat tiga diagnosa yang diduga paling mirip dan memilih satu yang tampaknya paling relevan.

Para dokter kemudian membandingkan hasil pencarian itu dengan diagnosa yang tertulis di jurnal kedokteran.

Hasil pencarian di Google menemukan diagnosis yang tepat di lebih dari separuh kasus yang diujikan.

Ini termasuk penyakit sapi gila atau Creutzfeldt-Jakob (CJD), kelainan hormon yang disebut sindroma Cushing' dan penyakit kekebalan sindroma Churg-Strauss.

Tim yang dipimpin oleh Dr Hangwi Tang, pakar penyakit pernafasan dan kelainan tidur, mengatakan Google bisa digunakan sebagai "alat bantu yang berguna" bagi kondisi-kondisi dengan gejala yang unik dan yang kata kuncinya bisa dicari dengan mudah.

'Alat bantu'

Namun mereka mengatakan agar pencarian berhasil dibutuhkan pengguna "yang ahli", dan karenanya pasien akan sulit menemukan diagnosa yang tepat jika melakukannya sendiri.

Dokter dan pasien
Keahlian dan pengetahuan dokter dibutuhkan untuk menganalisa hasil temuan

Mereka menambahkan: "Komputer yang memiliki sambungan internet sekarang ada di klinik dan rumah sakit."

"Informasi berguna tentang gejala penyakit yang paling langka sekali pun sekarang bisa ditemukan dan dibaca dalam waktu beberapa menit."

"Menurut studi kami, kasus yang sulit diketahui diagnosanya sekalipun sering kali bisa dibantu oleh Google."

"Situs pencari seperti Google semakin menjadi alat terbaru bagi kedokteran klinis, dan para dokter bisa menggunakannya sebagai alat bantu."

Namun Profesor Mayur Lakhani, ketua Organisasi Dokter Umum Inggris, mengatakan: "Internet tidak untuk menggantikan peran dokter - penilaian klinik dokter dan keahlian mereka dibutuhkan untuk menganalisa informasi."

"Internet harus dilihat hanya sebagai cara untuk membantu dokter dan pasien."

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2006/11/061110_googledoctors.shtml

Friday, November 10, 2006

Tentang Blog Ini dan Permohonan Ijin

Tentang Blog ini
  1. Blog ini (rencananya) untuk mendokumentasikan berbagai berita, opini/artikel, surat-surat, dan lain sebagainya, mengenai (masalah) hamil diluar kandungan, atau kehamilan ektopik.
  2. Semua materi tersebut diambil dari berbagai situs di internet, baik berbahasa Indonesia, Inggris, atau lainnya.
Mohon ijin
  1. Melalui email ini, kami mohon ijin kepada semua owner situs yang materinya (berita, opini/artikel, surat-surat atau lainnya) kami muat dalam blog ini..
  2. Juga mohon ijin kepada semua penulis materi-materi tersebut.
Link/sumber dan feedback
  1. Kami akan membuat link atau menuliskan sumberbnya untuk semua materi yang kami muat disini
  2. Apabila keberatan, kami mohon untuk memberitahu kami.
Terimakasih.